Kamis, 23 Oktober 2014

Biografi Penulis

BIOGRAFI  PENULIS

      Muhamad Agus Kurniawan, menyelesaikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Agus   Salim Metro Lampung tahun 1999 dan pada tahun 2012 melanjutkan study Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo Metro Lampung. Saat ini tercatat sebagai dosen tetap pada program studi Manajemen Pendidikan Islam STIT Agus  Salim Metro. 

Pertemuan Ilmiah dan Penghargaan : Workshop Penelitian Ilmiah Untuk Dosen Muda, Workshop Penelitian Karya Ilmiah, Seminar Internasional Pendidikan ”Identity, Modernity And Network: Islamic Higher Educational Institution A Globalizes World, Semiar Internasional pendidikan ”Character Building: Implementations, Problems, And Solutions”. Seminar Nasional Implementasi Kurikulum 2013, Seminar Nasional ”Rekonstruksi Pendidikan Islam Sebagai Basis Pendidikan Karakter, Seminar Nasional Implementasi Kurikulum 2013 dan Implikasinya Terhadap Dinamika Pendidikan Agama dan Karakter Bangsa di Provinsi Lampung, Seminar Internasional Institute Of  Malaysia Indonesia Studies Visit of Unicel Malaysia.
Berbicara tentang hubungan antar agama, wacana pluralisme agama menjadi perbincangan utama. Pluralisme agama sendiri  dimaknai secara berbeda-beda di kalangan cendekiawan Muslim Indonesia, baik secara sosiologis, teologis maupun etis.
Dalam pandangan Islam, sikap menghargai dan toleransi kepada pemeluk agama lain adalah mutlak untuk dijalankan (Pluralitas). Namun bukan berarti beranggapan bahwa semua agama adalah sama (pluralisme), artinya tidak menganggap bahwa Tuhan yang kami sembah adalah Tuhan yang kalian sembah. Islam terdiri dari dua elemen yaitu aqidah dan syari’ah lalu mendekatinya dengan metode filosofis doktriner, berbeda dengan metodologi yang dipergunakan ulama sebelumnya yang menyatakan  bahwa Islam terdiri dari  aqidah dan muammalah. Pandangan agama dapat berubah dan dibenarkan berbeda karena perbedaan waktu, zaman, lingkungan, stuasi dan sasaran serta tradisi yang sesuai dengan suatu kaidah. Maka studi Islam maupun studi ke-Islaman di wilayah-wilayah secara objektiv akan berhasilkan pandangan dan aplikasi Islam yang benar dan tidak harus sama dengan apa yang dilakukan dan diterapkan di wilayah lainnya

0 komentar:

Posting Komentar